Selasa, 02 Juni 2020

72 Ribu Kendaraan Pemudik di Cirebon Putar Balik

72 Ribu Kendaraan Pemudik di Cirebon Putar Balik


Hingga hari ini, pelanggaran atas larangan mudik nyatanya masih ditemui di sejumlah titik penyekatan. Polisi juga menemukan sejumlah kendaraan yang nekat membawa penumpang gelap. Kini sejumlah kendaraan diamankan petugas.

Lebih dari 72 ribu kendaraan pemudik yang hendak mudik diputar balikkan oleh petugas gabungan di wilayah hukum Polda Jabar. Dari 72 ribu kendaraan pemudik tersebut, 500 kendaraan lainnya diputar balik saat melintas di jalur Pantura Cirebon.

Kalau untuk kendaraan (pemudik) yang diputar balik di Cirebon tercatat hampir 500 kendaraan. Secara keseluruhan untuk wilayah Polda Jabar ada sekitar 72 ribu lebih kendaraan (diputar balik), baik roda dua maupun empat.

BACA JUGA : Kakek-kakek di Sidoarjo Duel gara-gara Hal Sepele, 1 Orang Tewas Terkena Celurit

Penjelasan dari Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi usai meninjau pos pengamanan Losari, Kabupaten Cirebon, Sabtu (23/5/2020).

Rudy juga mengatakan sejak 24 April 2020 lalu Presiden Joko Widodo telah menerbitkan larangan untuk mudik demi memutus penyebaran COVID-19. Namun masyarakat masih tetap nekat mudik.

Kita selalu lakukan upaya penyekatan kendaraan dari arah Jakarta. Penyekatan tersebut dilakukan di semua titik di Jawa Barat, antara lain Purwakarta, Subang, Indramayu, serta Cirebon.

Imbauan juga sudah kami lakukan, tapi tetap saja masih ada yang nekat melakukan perjalanan.

BACA JUGA : Akibat Dilarang Mudik Ibu di Purwakarta Tega Membacok Anak Kandungnya Sendiri

Rudy mengaku telah menyiapkan antisipasi jika terjadi adanya arus balik nanti. Meski saat ini pemerintah masih melarang masyarakat untuk pulang kampung.

Kami telah koordinasi dengan Polda Jateng. Kalau arus mudik akan kami perkuat di sini, di Cirebon ini. Kapolda Jateng juga meminta perkuat di sini. Sedangkan arus balik nanti akan dilakukan di Brebes.

Sementara itu, sejak H-3 lebaran kemarin, kendaraan roda dua bernomor polisi dari Jakarta, Jateng dan Jatim sudah mulai mendominasi.

Kakek-kakek di Sidoarjo Duel gara-gara Hal Sepele, 1 Orang Tewas Terkena Celurit

Kakek-kakek di Sidoarjo Duel gara-gara Hal Sepele, 1 Orang Tewas Terkena Celurit



Baru-baru ini warga di gegerkan oleh kakek-kakek di Sidoarjo terlibat perkelahian hebat. Dua kakek-kakek di Sidoarjo yang tidak saling mengenal itu terselut emosi hanya karena masalah sepele.

Diketahui Jamin (61) warga Rungkut Tengah, Gunung Anyar Surabaya tewas setelah duel dengan Sukses (56) warga Jalan Kolonel Sugiono, Desa Wedoro, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Duel dua kakek-kakek di Sidoarjo ini terjadi di Desa Tambakrejo pada Jumat (22/5/2020). Kejadian tersebut berawal ketika Sukses naik ojek ke Desa Tambakoso untuk menjual celurit.

Namun karena hujan, dia berhenti lalu berteduh di sebuah warung. Saat sedang berteduh ia bertemu dengan Jamin. Sukses kemudian meminta Jamin untuk mengantar dirinya ke Desa Tambakoso, Waru untuk menjual celurit.

BACA JUGA : Pandemi COVID-19, 115 Gerai KFC Tutup dan Rumahkan 4.900 Karyawan

Saat itu, Sukses dan Jamin tidak saling mengenal. Jamin yang ketika itu sedang asyik memancing menolak permintaan Sukses. Penolakan tersebut membuat Sukses menjadi tersinggung.

Sukses pun kemudian mendorong Jamin. Cekcok mulut tidak dapat dihindari. Jamin sempat memukul Suskes dan mereka pun terlibat perkelahian hebat.

Usia Sukses yang lebih muda membuat perkelahian tidak seimbang. Apalagi diketahui jika Sukses membawa celurit. 

Sukses kemudian membacok Jamin dengan celurit yang ia bawa. Jamin pun tewas di lokasi dengan luka bacok di leher, perut, dan tangan.

BACA JUGA : Viral Daging Babi Dijual Mirip Daging Sapi di Bandung, Polisi Imbau Warga Jangan Resah

Sementara pelaku juga mengalami luka dan langsung dilarikan ke RS Bunda di Desa Tambakrejo untuk dilakukan pengobatan. Ucap Wakasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Imam Yuwono usai olah TKP.

Polisi melakukan olah TKP dan menemukan beberapa barang bukti antara lain sebilah celurit, sandal jepit, topi, tas ransel berisi pancing, helm, dan motor Honda Beat.

Petugas juga sudah meminta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian. Dan sekarang masih dalam proses penyelidikan.

Senin, 01 Juni 2020

Pandemi COVID-19, 115 Gerai KFC Tutup dan Rumahkan 4.900 Karyawan

Pandemi COVID-19, 115 Gerai KFC Tutup dan Rumahkan 4.900 Karyawan



Pandemi COVID-19, 115 Gerai KFC Tutup dan Rumahkan 4.900 Karyawan
Pandemi COVID-19 berdampak pada 115 gerai KFC menjadi tutup sementara. Berkaitan dengan itu, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) selaku pemegang merek makanan cepat saji tersebut merumahkan 4.988 karyawannya.

Selain karyawan dirumahkan, 4.847 karyawan lainnya juga terkena dampak pemotongan gaji hingga 50% dan dampak lainnya yang diakibatkan adanya pandemi virus Corona.

Perusahaan Fast Food Indonesia mengakui bisnis mereka terganggu karena pandemi COVID-19. Manajemen memperkirakan penghentian/pembatasan operasional mencapai hingga tiga bulan.

BACA JUGA : Mall Buka Lagi 5 Juni 2020, Bagaimana Pendapat Kalian?

Hingga saat ini terdapat 115 gerai perseroan yang ditutup karena mal/plaza dinyatakan harus tutup sementara. Karena pandemi COVID-19 ini terjadi di berbagai kota di Indonesia bukan hanya di Jakarta saja. Demikian penjelasan yang di sampaikan oleh pihak manajemen.

Mereka memperkirakan penurunan pendapatan dan laba perusahaan akibat kondisi pandemi COVID-19 sebesar 25 hingga 50%.

Pihak manajemen pun sangat mengharapkan semua jenis pelayanan sudah dapat dibuka kembali. Termasuk dine-in atau makan di tempat, walaupun ada pembatasan kapasitas pelanggan di dalam gerai.

BACA JUGA : Kapal Tongkang Terdampar di Aceh Barat Akibat Cuaca Buruk

Untuk sementara, di tengah pandemi COVID-19, pihaknya hanya memberikan layanan take-away, home delivery, drive-thru, dan online order.

Perseroan menjalankan beberapa langkah untuk meningkatkan pendapatan semaksimal mungkin dengan cara menyediakan menu dengan harga terjangkau. Selain itu, cara-cara untuk memperluas jenis pelayanan yang dapat diberikan kepada pelanggan. Ucap manajemen perusahaan.

Viral Daging Babi Dijual Mirip Daging Sapi di Bandung, Polisi Imbau Warga Jangan Resah

Viral Daging Babi Dijual Mirip Daging Sapi di Bandung, Polisi Imbau Warga Jangan Resah



Baru-baru ini dunia maya dihebohkan dengan adanya daging babi yang mirip dengan daging sapi. Kabar tersebut cukup mengkhawatirkan karena daging babi haram di makan umat Islam.

Modus pedagang menjual daging sapi yang ternyata daging babi di Kabupaten Bandung akhirnya terbongkar oleh polisi.

Polisi telah mengamankan empat pedagang dan telah menyita ratusan kilogram daging babi dari tangan para pelaku.

Polisi menghimbau warga agar tidak resah terkait informasi tersebut dan tetap berhati-hati.

Dihimbau untuk lebih berhati-hati lagi apabila akan membeli daging sapi, terutama harganya relatif murah dengan harga pasaran. Penjelasan Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan terkait penangkapan di Mapolresta Bandung, Senin (11/5/2020).

BACA JUGA : Seluruh Warga Wuhan Mulai Tes Corona Massal Besar-besaran

Selain menangkap empat pedagang, T (54), MP (46), AR (38) dan AS (39), polisi juga mengamankan ratusan kilogram berupa daging babi.

Diketahui jika Polisi menangkap pelaku MP dan T di rumahnya di Kampung Lembang, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.

Pada saat itu, polisi menyita 500 kilogram daging babi yang tersimpan didalam lemari pendingin (freezer).

Di rumah tersebut polisi juga menangkap AS yang datang untuk membeli daging babi tersebut.

Saat pemeriksaan, para pelaku mengaku telah berjualan daging babi selama setahun. Menurut pelaku, daging tersebut dipasok dari Kota Solo.

BACA JUGA : Ormas Islam Grebek Penjual Minuman Keras di Sukabumi, Ratusan Botol Miras Diamankan

Sementara, AR ditangkap dikediamannya di Kampung Pejagalan, Desa Majakerta, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung dan menyita 100 kilogram daging babi di dalam freezer.

Hendra mengatakan, kami mengamankan kurang lebih 600 kilogram, 500 kilogram yang masih utuh dari dalam freezer tersebut kediaman pelaku. Sementara yang 100 kilogram kita sita dari para pengecernya.

Menurut Hendra, para pedagang menjual daging babi tersebut di pasar-pasar melalui pengecer. Mereka mematok harga daging babi tersebut Rp 70.000-Rp 90.000 per kilogramnya.

Menurut Hendra, para oknun menggunakan boraks untuk teknik merubah warna daging babi menjadi mirip seperti daging sapi.

BACA JUGA :  Akibat Dilarang Mudik Ibu di Purwakarta Tega Membacok Anak Kandungnya Sendiri

Untuk mencegah kasus seperti ini terulang kembali, Satgas Pangan Kabupaten Bandung akan melakukan antisipasi dengan melakukan pengamatan dan pemantauan di pasar.

Para oknum dijerat pasal 91A Jo pasal 58 ayat 6 UU RI nomor 41 tahun 2014, tentang peternakan dan kesehatan hewan. Selain itu, pasal 62 ayat 1 Jo pasal 8 ayat 1 UU RI nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan Ancaman pidana 5 tahun penjara.

Sabtu, 30 Mei 2020

Mall Buka Lagi 5 Juni 2020, Bagaimana Pendapat Kalian?

Mall Buka Lagi 5 Juni 2020, Bagaimana Pendapat Kalian?


Mall Buka Lagi 5 Juni 2020, Bagaimana Pendapat Kalian?
Rencana pembukaan pusat perbelanjaan atau mall di DKI Jakarta dan sekitarnya mendapat respons positif dari masyarakat.

Bahkan kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Summarecon mall Bekasi di Jawa Barat. Kehadirannya untuk memastikan penerapan normal yang baru atau new normall di kawasan itu.

Khusus di DKI Jakarta, pelaksanaan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akan berakhir pada 4 Juni 2020. Tetapi Pihak Pemprov DKI Jakarta belum memutuskan memperpanjang atau melonggarkan kebijakan tersebut dan memberlakukan new normal.

Situasi tersebut dimanfaatkan oleh Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) untuk menyusun rencana pengoperasian mall di wilayahnya usai pelaksanaan PSBB DKI Jakarta berakhir.

BACA JUGA : Akibat Dilarang Mudik Ibu di Purwakarta Tega Membacok Anak Kandungnya Sendiri

Pelaksanaan PSBB di DKI akan berakhir pada 4 Juni 2020 menjadi yang terakhir. Hal tersebut diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam siaran Facebook Pemprov DKI Jakarta, Selasa (18/5/2020).

Berbekal informasi tersebut, Ketua APPBI Dewan Pengurus Daerah (DPD) DKI Jakarta, Ellen Hidayat mengatakan pengoperasian mall-mall di ibu kota ini mengikuti ketentuan Pemprov DKI.

Bahkan pengoperasiannya dapat lebih cepat dari rencana awal pada 8 Juni mendatang.

Kalau pengelola pusat belanja DKI mengikuti jadwal dari Pemprov. PSBB kan sampai dengan 4 Juni artinya mall buka lagi tanggal 5 Juni 2020, Kata Ellen.

BACA JUGA : Kapal Tongkang Terdampar di Aceh Barat Akibat Cuaca Buruk

Dalam pengoperasiannya nanti, Ellen memastikan anggota APPBI akan mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, Anies menegaskan tak ada keputusan soal tanggal beroperasinya kembali pusat perbelanjaan atau mall. Anies mengingatkan belum ada aturan perihal berakhirnya masa PSBB.

Jadi kalau saat ini ada yang mengatakan bahwa mall buka lagi tanggal 5 juni 2020 atau mall akan buka tanggal 7. Mall buka lagi 5 juni 2020 itu imajinasi, itu fiksi.

Karena belum ada aturan mana pun yang mengatakan jika PSBB diakhiri. Penjelasan Anies saat memantau arus balik mudik Lebaran 2020 di check point Km 47 Tol Jakarta-Cikampek, Selasa (26/5/2020).

Selasa, 26 Mei 2020

Akibat Dilarang Mudik Ibu di Purwakarta Tega Membacok Anak Kandungnya Sendiri

Akibat Dilarang Mudik Ibu di Purwakarta Tega Membacok Anak Kandungnya Sendiri


 Seorang ibu bernama Toni (60) tega membacok anak kandungnya sendiri akibat dilarang mudik. Kasus penganiayaan tersebut terjadi di Kabupaten Purwakarta.

Kapolsek Cempaka AKP Teguh Sujito menjelaskan jika telah terjadi penganiayaan yang kebetulan penganiayaan tersebut dilakukan oleh ibu kandung terhadap anaknya.

Permasalahan tersebut terjadi akibat dilarang mudik oleh anaknya, sehubungan dengan mudik untuk sementara tidak diperkenankan karena aturan dari pemerintah.

Kapolsek menjelaskan kronologis terjadinya penganiayaan menggunakan benda tajam terjadi akibat dilarang mudik oleh anaknya. Pada hari Minggu (10/5/2020) sekitar pukul 02.00 WIB, korban bernama Sugiono (45) sedang tidur di ruang tengah rumah. Sementara, pelaku keluar kamar dan langsung menuju dapur untuk mengambil golok.

Tak berselang lama pelaku berjalan ke arah korban dan langsung menyabetkan golok ke kepala korban sebanyak dua kali.

BACA JUGA : DETIK-DETIK MUTHIA NABILA DIJAMBRET HINGGA TEWAS DI TAMBORA SEMPAT TEREKAM CCTV

Setelah korban menyemburkan darah di kepala, pelaku langsung kabur keluar rumah sambil membawa golok tersebut. Pelaku diamankan warga setempat untuk kemudian diamankan pihak polisi

Sebelum kejadian, korban meminta pulang kampung ke Jember. Namun anak korban melarang mudik karena adanya larangan dari pemerintah terkait wabah virus Corona.

Korban menjelaskan kepada ibunya jika sudah dicabut larangan mudik, akan di antarkan ke Jember. Namun pada saat dini hari karena barangkali tidak puas, pada saat anaknya tidur ibunya membawa golok dan pada saat itu langsung disabetkan ke kepala anaknya sendiri.

Sementara menurut pengakuan pelaku, ia meminta pulang kampung karena merasa kasihan suaminya tinggal seorang diri di Jember.

Pelaku menjelaskan jika, Ia kasihan dengan suami saya (ayah tiri korban) di rumah, dia tinggal seorang diri. Tapi sekarang saya menyesal sudah melakukan ini (pembacokan).

BACA JUGA : KAPAL TONGKANG TERDAMPAR DI ACEH BARAT AKIBAT CUACA BURUK

Sedangkan berdasarkan keterangan korban, ia merasa kasihan karena ibunya tidak ada yang mengurus. Dia juga dikucilkan oleh tetangga di kampungnya tersebut.

Tadinya saya kasihan melihat ibu saya, dijauhin oleh tetangga karena kotor dan sering marah-marah. Ucap Sugiono saat ditemui di rumahnya sambil tergolek lemah.

Menurut keterangan yang didapat, pelaku memiliki sifat tempramental dan tidak merawat diri. Akibatnya tiga anaknya tidak mau mengurus dan membiarkan tinggal bersama suaminya.

Kini pelaku telah diamankan di Mapolsek Cempaka untuk proses hukum lebih lanjut. Atas perbuatan pelaku yang telah membacok anak kandungnya akibat dilarang mudik.

Kini pelaku terancam pasal 351 tentang penganiayaan dengan ancaman kurungan 5 tahun penjara.

Kapal Tongkang Terdampar di Aceh Barat Akibat Cuaca Buruk

Kapal Tongkang Terdampar di Aceh Barat Akibat Cuaca Buruk


Sebuah kapal tongkang diduga milik perusahaan pengangkut material batu bara terdampar di pinggir pantai Desa Peunaga Pasi, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Jumat 8 Mei 2020.

"Alhamdulillah ketika kejadian Kapal Tongkang Terdampar tidak ada nelayan yang sedang beraktivitas." kata Kepala Desa Peunaga Pasi, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Jumat (8/5) malam.

Kepala Desa Peunaga Pasi, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Anwar Diwa, menyatakan bahwa kapal tongkang terdampar tanpa muatan tersebut terdampar saat daerah tersebut dilanda guyuran hujan lebat. Disertai angin kencang yang terjadi pada Jumat siang.

BACA JUGA : Detik-detik Muthia Nabila Dijambret hingga Tewas di Tambora Sempat Terekam CCTV

Hingga malam hari, kapal tongkang terdampar tersebut masih berada di lokasi bibir pantai di desa tersebut.

Meski terdampar di bibir pantai, ia mengakui jika keberadaan kapal tongkang terdampar tersebut belum mengganggu aktivitas nelayan di daerah tersebut.

Diwa mengatakan, pihaknya juga mengakui jika kapal tersebut rencananya akan ditarik kembali ke laut pada Sabtu siang, setelah pemilik kapal mendatangi aparat desa untuk melaporkan kejadian tersebut.

"Pemilik kapal sudah bertemu dengan aparat desa, dan berjanji kapal tongkang terdampar tersebut akan segera dievakuasi." kata Anwar Diwa menambahkan.